Missing Kyu

Title         : Missing Kyu

Author     : Sparyeulhye

Cast        : Cho Kyuhyun, Park Jinhye (OCs)

Genre     : Romance, Gaje

***

Ehmm, telpon tidak ya? Ah tidak usah, nanti setan itu besar kepala lagi. Tapi aku merindukannya, eotteokke? Akan sangat memalukan bagiku kalau ia tahu aku merindukannya. Aish, kenapa untuk menghubunginya saja butuh banyak pertimbangan untukku. Setan itu memang membawa aura kelam dalam hidupku selama ia tak bersamaku.

Kau menang Cho Kyuhyun!

Kuputuskan untuk menelponnya. Demi kelangsungan hidupmu, telpon setan itu sekarang Cho Jinhye!Kuabaikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti.siapa suruh setan itu tak menghubnungiku setelah sampai di Tokyo. Aku kan khawatir padanya. Sesuatu yang mati-matian kusembunyikan darinya.

Ku tekan call pada nomor ponsel yang sejak tadi hanya kupandangi saja. Menunggu sambungan dari seberang. Aish, kenapa tidak di angkat-angkat sih. Benar-benar setan nyamuk sialan!! Pengganggu hidupku!!

Awas saja kalau kau kembali ke Korea nanti, aku akan memotong daun telingamu! Setan nyamuk penuh lubang!!

Tidak mengangkat telponku, hilang kesempatanmu melihatku di bandara Incheon nanti, Cho Kyuhyun!! Aku tidak akan mau menjemputmu di bandara nanti. Aku sudah mengorbankan harga diriku. Angkat bodoh!! aku benar-benar murka sekarang.

Aigoo, kenapa ia memasang nada tunggu yang bisa membuat telinga mati rasa mendengarnya. Ck~kenapa lama sekali. Aku sudah bersiap-siap mengakhiri panggilanku, ketika mulai kudengar sahutan dari seberang.

“Yeoboseyo?” sahutnya.

Asataga, ia benar-benar mengangkatnya. Setan itu menyahut telponku. Apa yang harus kukatakan?

“Yeo..boseyo…Kyuhyun~a?” kenapa suaraku jadi gelgapan begini?

“Ne, naega Cho Kyuhyun, siapa lagi!” aish ia ketus sekali, dasar nyamuk!!

“Kenapa menelpon?” tanyanya. Memangnya aku tak boleh menelponnya begitu, aish.

“A-ani, aku hanya sedang mendapat bonus telpon, aku bingung mau kupakai kemana bonus yang kudapat. Dan kuputuskan untuk menelponmu saja, kupikir sambungan telpon antar negara lebih mahal dan kurasa cukup untuk menghabiskan bonus yang ku dapat secepat kilat.”  Haha..benar-benar alasan yang bodoh dan langka tentu saja.

Ia tertawa mengejek, ck~ sudah kuduga setan itu tak mudah dikelabui. “Dasar, Cho Jinhye otak gratisan!! Dengarkan aku!” aku tersinggung dengan ucapannya.

“Bilang saja kau merindukanku, ulat bulu! Dan kau bilang apa tadi, hahh kenapa kau tidak menggunakan bonus yang kau dapat untuk menelpon shinigami kesukaanmu itu yang tengah berada di Korea sekarang! Kalian bisa berbicara berlama-lama.” Sindirnya. Kyuhyun Kutu Kupret!! Setan pencemburu!!

Namanya Kim Myungsoo dan dia bukan shinigami, ralatku dalam hati tak ingin menambah jiwa setannya keluar. Myungsoo adalah teman kuliahku. Dan tidak salahkan kalau aku dekat dengannya karena ia adalah temanku.

“Aish..” kuputuskan untuk tidak menanggapi setan labil itu.

“Kyuhyun~a..”

“Wae??” astaga, tidak bisa kah ia tidak  menyahut dengan suara yang menggelegar.

“Kau bisa merusak gendang telingaku, bodoh! Apa itu sikap manismu saat menyambutku, Cho Kyuhyun!” teriakku balik. Siapa suruh ia meneriakiku, dia pikir gendang telingaku terbuat dari plastik elastis begitu, yang tidak akan pecah dengan mudah.

Kudengar ia mengerang marah, “Arra.. Kuulangi, dengarkan baik-baik. Waeyo Cho Jinhye sayangku yang manis??” huwekk..perutku benar-benar mual mendengarnya.

“Tidak usah, itu lebih menjijikan lagi,” tolakku. Yang benar saja, aku malas kekamar mandi hanya untuk mengeluarkan isi perutku.

“Kyuhyun~a..” astaga, kenapa aku jadi ketagihan memanggilnya seperti itu.

Ia  hanya berdehem kecil, “Ehm?”

“Bagaimana kabarmu?” fiuhh, akhirnya aku bisa mengucapkannya juga setelah berpikir berulang kali.

“Baik.”

Appahh, hanya itu responnya. Aku bersusah payah menanyakan kabarnya tapi ia dengan mudahnya menjawab dengan kata yang seuprit. Harusnya ia berkata, ‘Aku baik, kau bagaimana? Mian, meninggalkanmu sendiri,’

Jangan harap, setan itu tak mungkin mengatakannya. Tingkat gengsinya itu sangat tinggi, setinggi badannya yang menjulang. Yeah walaupun kuakui rasa gengsiku juga tak kalah darinya.

“Kau tidak sakitkan?” mulutku keseleo hingga bisa berucap hal itu.

“Ani,” aku mengelus dada lega, ternyata setan itu baik-baik saja.

“Apa paru-parumu kambuh lagi?” sungguh ini bukan diriku yang biasanya. Bagaimana bisa rentetan pertanyaan itu bisa keluar dari mulutku. Astaga, demi Cho Kyuhyun nyamuk berlubang sialan! Kau akan habis olehnya, Cho Jinhye!

“Aku sehat, kau tak perlu menanyakan pertanyaan yang jawabannya sama, Cho Jinhye! Bilang saja kau merindukanku, iyakan? Jujur saja padaku HAHHAHA…” kudengar tawa kemenangan darinya.

Mulut beracun!! Lidah api!! Menyebalkan!!

“Anhiya, tentu saja itu tidak benar. Aku hanya mengantisipasi kalau-kalau Umma menanyakan kabar menantu sialannya padaku, kau jangan berpikir yang macam-macam.” kilahku.

“Neo!! Mau mengelak dariku. Kau tidak akan bisa  lolos dari terawanganku, Cho Jinhye sayang!!” godanya.

Dimana kamar mandiku? Aku membutuhkanmu.

“Yak!! Siapa yang merindukanmu, HUH?? Dan ingat satu hal, jangan memanggilku dengan kata-kata yang menjijikan itu. Perutku mual mendengarnya.” Aku yakin sekarang ia tengah menjauhkan i-phone miliknya dari telinganya.

“Aish, suaramu keras sekali. Kau memilki tingkat suara berapa oktaf sih? Sampai-sampai telingaku rasanya berdengung-dengung,” ringisnya.

“100, PUAS!! Kau tidak latihan?”

“Baru selesai beberapa jam yang lalu,”

“Oppadeul sedang apa?” kekekkk sepertinya aku merindukan mereka juga.

“Di ruang tengah, seperti biasa melangsungkan pembicaraan lelaki,” ucapnya. Ck~dasar, pasti membicarakan Elf yang cantik-cantik.

“Kau tidak ikutan, biasanya kau juga sama kan seperti oppadeul,” ucapku curiga.

“Kau cemburu?” ungkapnya balik.

“Cihh, percaya diri sekali kau,”

“Kau tenang saja walaupun aku banyak digilai fansku karena ketampananku tapi aku bukan pria yang suka berselingkuh,” ucapnya penuh percaya diri.

“Aku percaya, faktanya mana ada perempuan yang mau dengan pria setan berlubang sepertimu.”

“Ne, hanya gadis bodoh yang tidak waras yang mau denganku dan sepertinya gadis bodoh itu tengah merindukanku,” aku yakin ia tengah menyeringai sekarang.

Kalau ia berada dihadapanku sekarang aku sudah melemparinya dengan benda apapun yang ada didekatku.

“Dan pria setan sinting yang mau dengan gadis bodoh itu benar-benar minta dibunuh sekarang juga,” ucapku sambil meneyeringai padanya yang aku yakin ia tidak tahu. “Apa yang tengah kau lakukan sekarang, pria sinting?” tanyaku.

“Kau bertanya padaku?” tanyanya balik.

Astaga, kalau bukan padanya pada siapa lagi? Pada rumput yang bergoyang? Ck       ~sampai kiamat pun ia tak akan mau menjawabnya kecuali kau yang merasukinya, Kyuhyun setan!!

“Anhi, pada cicak di dinding. TENTU SAJA AKU BERTANYA PADAMU, BODOH!! PADA SIAPA LAGI, HAHH!!” teriakku murka.

“Aigoo, kau benar-benar niat membuatku tuli diusia muda rupanya. Kau mau tahu apa yang kulakukan? Arraseo dengarkan baik-baik, aku sedang mengangkat telpon dari seseorang yang merindukanku dengan dalih mendapat bonus telpon. Ia terlalu banyak bertanya padaku hingga aku harus rela membuang waktu istirahatku yang berharga hanya demi menjawab pertanyaannya. Dan sekarang ia malah berteriak-teriak padaku.” ungkapnya panjang lebar.

Eo, mau menyinggungku? Aku tersinggung, Cho kyuhyun!! Kau dengar!! Teriakku. Tentu saja hanya dalam hati. Terlalu berbahaya jika aku menyeruakannya. Sayangi dirimu, Cho Jinhye.

“Mianhae..” sesalku mengingat ucapannya yang secara langsung mengatakan aku telah menyita waktu istirahat berharganya. Aku benar-benar menyesal sekarang. Ternyata keputusanku untuk menelponnya salah. Aku justru membuatnya kehilangan waktu istirahatnya hanya demi meladeni omonganku.

Err..walaupun sebenarnya alasan aku menelponnya karena aku merindukannya. Hiyaaa..aku malu mengatakannya!! >.<

“Gwenchana, aku juga tidak bisa tidur dengan tenang, sejak tadi hyungdeul berisik sekali, aku jadi terganggu. Dan ya kuakui kau juga turut mengangguku.” Sindirnya lagi.

“Ya sudah, istirahat lagi sana. Aku juga sudah gerah bicara denganmu,” huhh dasar setan!!

“Bongkar saja atapnya, aku yakin kau tidak akan kepanasan lagi,” celetuknya.

“Sudah. Bahkan itu tidak cukup untuk mengusir aura setanmu disekelilingku, Cho Kyuhyun!!”

Ku harap ia tak mengerti maksud perkataanku tadi.

“Ungkapan tersirat rupanya. Hahaha!!”

Hiya!! Dasar setan!! Akan ku buat mukamu semakin berlubang nantinya.

“Istirahat sana. Aku mau keluar jalan-jalan, sepertinya Myungsoo oppa sudah menungguku diluar. Bye..Cho Kyuhyun.”

Mari lihat apa reaksimu Cho Kyuhyun!!

Hana…

Dul…

Set…

Kujauhkan pegangan telponku dari telingaku, menyelamatkan dari kehancuran akibat teriakan setan itu.

“YAK!!? BERANI KAU JALAN DENGAN LAKI-LAKI LAIN SELAMA AKU TAK ADA, AKU JAMIN AKU AKAN PULANG MEMBAWA ISTERI BARU, CHO JINHYE!!!”

Pippp   Sambungan telpon terputus. Tepatnya akulah yang mematikannya.

Buahahhaaa… dasar setan nyamuk pencemburu!! Dia pikir aku akan percaya dengan ucapannya. Berani ia melakukan itu padaku, aku juga akan jamin membawakan suami baru kehadapannya.

 

END~

 

Gomawo… BOW

 

Advertisements

16 thoughts on “Missing Kyu

  1. Bilang rindu ajj susah banget, gitu deh klo gengsi yang berbicara #eaaaaa

    tapi ngakak waktu Jinhye bilang punya bonus telp gratisan tapi bingung habisinnya gimana. Wkwkwkw… bru di ff ini z baca yg kyak bgini.

    Benar-benar keluarga stress

  2. apa ini?? Membawa istri baru? Suami baru? Haha kocak ada pasangan yang seperti ini, bener2 diluar dugaan! Aaa aku suka ff yg cast kyuhyun-jinhye couple.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s