For You

Tittle : For You

Author : Sparyeulhye (@sparyeulhye)

Genre : Romance

Rate : PG

Main Cast : Kim Myungsoo (Infinite), Park Chorong (A Pink)

Gambar

Annyeong, readers-nim~

Disini aku ngebayangin tokohnya Myungsoo sama Chorong. Dalam fict ini Chorong manggil Myungsoo oppa, kenyataannya Myungsoo lebih muda dari Chorong ==’ tapi demi kepentingan author terpaksa Chorong saya mudain lagi umurnya(?) kkkk…. ini hanya fluff ringan biasa nggak ada romance-romancenya (author nangis). Semoga pada suka, ne!!

.

.

“Maaf, aku terlambat,” ucap sebuah suara yang terdengar ngos-ngosan.

Chorong mengangkat wajahnya disaat sebuah suara maskulin yang dikenalnya terdengar ditelinganya. Gadis refleks tersenyum lebar ketika menatap wajah sang pemilik suara. Pria tersebut tersenyum balik padanya. Dalam hati Ia memekik girang, kali ini Ia tak sepenuhnya kecewa. Pria itu menepati janjinya walaupun harus terlambat, baginya bertemu kekasih hatinya itu ‘pun sudah merupakan kebahagiaan yang Ia harapkan. Ia tak marah jika harus menunggu berjam-jam hanya untuk memastikan pria itu benar-benar datang. Kadang Ia sendiri sering dibuat bingung dengan kelakuannya disaat orang lain harusnya marah karena kekasihnya tak datang tepat waktu Ia justru senang—karena penantiannya tidaklah sia-sia.

“Gwaenchanayo, oppa. Justru aku senang kau mau datang,” Ia tersenyum tulus membuat pria dihadapannya dilanda rasa bersalah. Gadisnya ini begitu tulus padanya namun Ia justru tega membuatnya menunggu.

Gadis itu bangkit dari duduknya kemudian menengadah pada sosok jangkung didepannya. “Bukankah aku sudah katakan jangan memaksakan diri, oppa. Aku berani bertaruh kau buru-buru untuk menemuiku ‘kan? Kalau terjadi apa-apa bagaiamana, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika itu benar-benar terjadi padamu,“ ucap gadis itu khawatir.

Myungsoo tersenyum tipis, “Kau sendiri kenapa masih disini. Harusnya kau sudah pergi dari tadi, Chorong~ah. Harusnya kau marah padaku karena membuatmu menunggu lama,” sesal pria itu.

“Aku senang berada ditempat ini, sebenarnya aku mau pulang sejak tadi tapi karena pemandangan disini membuatku tertarik—membuatku ingin berlama-lama ditempat ini,” Chorong tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi.

Bohong. Myungsoo tahu gadisnya tengah berbohong padanya. Hanya saja Ia tak ingin lebih mempermasalahkan hal itu, membuat gadisnya menunggu lama sudah merupakan kesalahan fatal yang Ia lakukan terhadap gadisnya. Dan dengan mudahnya sigadis menyangkalnya dengan berbohong hanya untuk menjaga perasaan Myungsoo sendiri.

“Chorong~ah kau selalu seperti ini.” Myungsoo mengacak lembut tatanan rambut gadisnya membuat sang gadis mengerucutkan bibirnya.

“Eunji pasti memarahimu karena tidak menonton langsung pertunjukkannya hari ini. Bisa kubayangkan bagaimana wajah kesalnya nanti.” Myungsoo menghela nafasnya.

“Tidak apa, oppa. Eunji tidak akan lama kok marahnya, lagipula sudah ada Kimbum oppa disana yang menemaninya. Aku yakin Kimbum oppa akan menjinakkannya, hehe..,” Chorong tertawa mengingat sahabatnya itu tengah dilanda kasmaran.

“Geudae. Adakah tempat lain yang ingin kau kunjungi mungkin kita pergi kesana?” tawarnya seraya tersenyum lembut. Anggap saja ini sebagai permohonan maafnya.

Chorong Nampak sedang berpikir. Mimik wajah gadis itu tak ayal membuat Myungsoo tersenyum tipis. Sudah berapa lama Ia tak menyaksikan ekspresi kekasihnya itu karena kesibukkannya. Ia merindukan gadisnya, Ia merindukan berlama-lama menatap wajah itu.

Chorong menaruh jari telunjuknya didagu kemudian matanya menerawang jauh memikirkan tempat yang ingin dikunjunginya. “Bagaimana kalau kita ke Myeongdoong Street saja, oppa?” putusnya.

“Kau yakin ingin kesana?” tanya Myungsoo memastikan.

Gadis tersebut mengangguk yakin, “Ne, oppa. Kita ke Myeongdoong Street saja, sudah lama aku tidak kesana.”

“Arraseo, kita kesana.”

.

.

“Chorong~ah?” panggil Myungsoo.

Gadis itu menoleh pada pria disampingnya, “Nde?”

Myungsoo menghentikan langkahnya kemudian menatap kearah Chorong. Keningnya mengkerut seolah menemukan sesuatu yang janggal pada gadisnya.

“Kemarikan tanganmu!” perintahnya.

Chorong yang tidak mengerti maksud pria tersebut hanya menurut saja lalu mengulurkan tangan kirinya. “Waeyo?” gadis itu bertanya.

“Yang satunya lagi!” ucapnya seraya menarik lembut tangan kanan Chorong. Gadis itu tersipu, wajahnya sedikit memerah.

“Kenapa dengan tanganku, oppa?”

“Kau lupa sarung tanganmu lagi. Lihatlah! Jemarimu mulai membiru.” Myungsoo menggenggam lembut jemari milik Chorong membuat gadis itu makin bersemu.

“Lain kali jangan lupa pakai sarung tanganmu jika bepergian diluar rumah, kau ingin tubuhmu membeku kedinginan, eum?” pria itu memasangkan sebelah sarung tangan miliknya pada tangan kiri Chorong dengan lembut. Chorong hanya diam memperhatikan wajah kekasihnya itu.

Benar saja Ia lupa memasukkan sarung tangan miliknya kedalam tas kecilnya sebelum berangkat tadi. Karena terlalu senang akan bertemu kekasihnya Ia melupakan barang penting yang diperlukan disaat musim dingin seperti sekarang. Tapi Ia bersyukur karena hal itu, kini justru kekasihnyalah yang merelakan sebelah sarung tangan miliknya untuk dikenakan olehnya. Tanpa sadar gadis itu tersenyum senang akan perhatian kecil namun berkesan untuknya itu.

Myungsoo yang sudah memasangkan sarung tangan pada tangan kekasihnya itu kemudian menatap lembut pada gadisnya, “Sudah lebih hangat?” tanyanya.

Chorong mengangguk kecil seraya menatap kearah tangan kirinya yang kini terpasang sebuah sarung tangan rajut berwarna merah milik kekasihnya. Secara tak langsung Ia merasa digenggam erat oleh jemari tangan sang kekasih melalui sarung tangan yang melekat erat pada jemarinya. Myungsoo terkekeh kecil menyaksikan reaksi gadisnya kini.

“Kajja, kita pergi sekarang!” Myungsoo menggenggam sebelah tangan Chorong yang tidak mengenakan sarung tangan membawanya dalam genggamannya, menyalurkan kehangatan langsung pada gadisnya. Dimasukkannya tangannya dalam saku jaket yang dikenakannya tanpa melepaskan genggamannya pada sang gadis.

“Chorong~ah?”

“Nde, oppa?” gadis itu menoleh.

Myungsoo menatap lembut kemanik matanya, “Ingatkan aku untuk membelikanmu sarung tangan jika sudah disana nanti,” ucapnya.

“Ne,” sahut gadis itu tanpa menoleh sang kekasih karena saat ini wajahnya bersemu merah.

Myungsoo terkekeh pelan, “Kau bisa memilih sesukamu,”

“Aku ingin warna merah,” gadis itu berujar.

“Hn,” gumam Myungsoo.

“Aku ingin yang seperti milik oppa,”

“Hn, terserah padamu.”

“Ah, ani. Aku ingin yang seperti milik anak kecil itu,” pandangan Chorong tertuju pada seorang anak kecil yang tengah berjalan beriringan dengan wanita yang terlihat lebih tua darinya.

Myungsoo mengikuti arah pandang gadisnya sepersekian detik berikutnya pria itu tertawa pelan, “Kau yakin akan memakai model seperti itu, Chorong~ah?”

“Mungkin jika kita membelinya kita bisa memakainya bersama, sepertinya menarik,” Chorong menatap Myungsoo, tertawa. Membuat matanya nampak menghilang.

Pasangan itu kemudian tertawa bersamaan nampak begitu menikmati waktu mereka. Bagi Kim Myungsoo waktu seperti sekarang tidak akan berulang kembali, Ia ingin saat ini waktunya benar-benar Ia habiskan untuk gadisnya. Dilain waktu Ia tidak bisa menjamin yang terjadi sekarang akan terulang kembali mengingat kesibukannya yang mengharuskannya menghabiskan waktunya tanpa gadisnya disampingnya.

=END=

Eottae?? Buat yang berkenan bisa berkunjung kerumah pribadi author www.elfishylovevilkyu.wordpress.com

Gamsahae readers-nim~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s