Confession (Part 1/?)

Title: Confession (Part 1/?)

Author: Sparyeulhye

Genre: Romance, Hurt, Comfort

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Jonghyun, Park Jinhye

~oOo~

Pria itu tersenyum bahagia, bibirnya tak berhenti melengkung. Dalam hidupnya kebahagian seperti inilah yang selalu ia impikan. Mendapati wajah teduh wanita yang dicitainya disisinya setiap pagi ketika bangun tidur, ketika matanya terbuka pertama kali. Merengkuhnya dalam sebuah pelukan hangat hal yang selalu Ia inginkan. Tak pernah ia bosan dengan pesona wanita itu yang baginya sudah seperti oksigen dipagi hari.

“Engh..,” lenguhan kecil dari wanita disampingnya membuyarkan lamunan bahagia pria itu. Pria itu menggeser sedikit tubuhnya, memberi jarak pada wanitanya.

“Selamat pagi, sayang,” sapanya disertai senyuman.

Wanita itu mengerjap-ngerjapkan matanya beradaptasi dengan cahaya terang yang memasuki retinanya. Sesaat kemudian perasaan hangat menyentuh pipinya membuatnya merinding dipagi hari. Pipinya memerah yang entah kenapa membuat pria yang tengah menatapnya lekat tersenyum geli karenanya.

“Selamat pagi, Jonghyun oppa.” Jinhye berusaha menetralkan kekagetannya atas kelakuan pria yang telah menjadi suaminya itu.

Jonghyun menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua. “Bangunlah jika kau tak ingin dianggap sebagai isteri pemalas,” ucapnya seraya terkekeh kecil. Jonghyun mengacak-ngacak lembut rambut Jinhye yang masih menggeliat.

“Cepat buat sarapan karena aku tak ingin melewatkan sarapan pagiku bersamamu,” Jonghyun berucap seraya melangkah menuju kamar mandi setelah sebelumnya tersenyum lembut pada Jinhye.

“Ne, oppa.”

~oOo~

Jonghyun duduk disalah satu kursi meja makan sementara Jinhye tengah menyiapkan sarapan untuknya. Matanya sejak tadi tak lepas dari wanita itu seakan tak ingin hilang dari pandangannya. Jinhye meletakkan sarapan yang tadi dimasaknya kemudian menyerahkannya pada suaminya.

“Gomawo,” ucap Jonghyun.

“Hari ini kau kebutik lagi?” tanyanya.

Jinhye menoleh mengalihkan makanannya sejenak, “Ne, oppa. Butik hari ini sedikit sibuk karena ada beberapa model desain yang akan digunakan pada Fashion Festival nanti.” ungkapnya.

Jonghyun mengangguk, “Jangan terlalu lelah, kau tahu sendirikan aku mengijinkanmu bekerja disana agar kau tidak bosan diam dirumah saja. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu.”

“Ne, oppa. Aku mengerti.” Jinhye tersenyum meyakinkan.

Jonghyun balas tersenyum dan kembali menikmati makanannya dengan diam.

~oOo~

“Apa yang kau inginkan dariku, Kyuhyun~ah?” bisiknya pelan.

“Kau.” Kyuhyun dengan tegas menjawab bahwa Ia menginginkan Jinhye untuk dirinya. Tidak mengejutkan bagi wanita itu dengan jawaban yang diutarakan Kyuhyun atas pertanyaan yang Ia ajukan. Menyadari bagaimana pria itu bersikap padanya Jinhye tahu ada yang berbeda dari Kyuhyun. Tapi kenapa Kyuhyun begitu menginginkan dirinya sedangkan Ia dengan jelas mengetahui bahwa Jinhye tak mungkin meninggalkan Junghyun. Seseorang yang telah menjadi pendamping hidupnya, orang yang berdiri bersamanya didepan altar—mengucap janji bersamanya.

“Kau tahu sendiri aku tidak mungkin menjadi milikmu, kenapa kau tetap bersikeras. Aku tak mengerti kenapa kau menginginkanku sedangkan kau tahu sendiri aku adalah milik orang lain.” Jinhye mendongak menatap langsung pria yang yang kini mulai memasuki celah hatinya. Perlahan perasaan sesak menggerogoti nuraninya.

“Tetap didekatku. Bagaimanapun caranya aku ingin kau tetap berada didekatku, dalam jangkauanku.” ucap Kyuhyun egois. Menyedihkan mengetahui dirinya menginginkan wanita milik sahabatnya sendiri.

Jinhye menggelengkan kepalanya, iris kelamnya menyiratkan kesedihan yang mendalam. “Tak ada yang bisa kau dapatkan dariku, kau tahu aku sudah memberikan hidupku untuk orang lain. Aku tidak bisa, Kyuhyun~ah.”

Kyuhyun mengulurkan tangannya mencoba meraih wajah sendu wanita yang dicintainya sebelum tangan pemilik wajah itu menepisnya. Sudah cukup Ia mengkhianati suaminya sendiri, Ia tak ingin bertindak lebih jauh lagi. Ia tak ingin benar-benar terjebak dan jatuh lebih dalam lagi hingga membuatnya sulit untuk kembali. Ia tak menampik jika saat ini Kyuhyun mulai menempati sisi hatinya.

Kyuhyun menekan perasaan sakit karena penolakkan Jinhye, dadanya seperti dihantam benda keras ketika wanita itu melarangnya menyentuh wajahnya. Tatapannya terkunci pada wanita didepannya, “Aku tak peduli jika kau miliknya. Yang kuinginkan kau tetap berada didekatku walaupun kau tidak bisa pergi dari sisinya dan jangan berusaha mengelak kau tidak merasakan apapun padaku.”

Jinhye menguatkan hatinya. Ia harus menghentikannya, harus. Jangan membuat dirinya semakin merasa bersalah. Sebelum perasaan itu menyebar memenuhi hatinya, Ia harus segera menghentikannya. Jinhye terus teringat dengan seseorang yang berada ditempat lain yang lebih berhak atas dirinya, yang telah mendapatkan kliem ata dirinya. Tak seharusnya pemilik hati yang begitu mencintainya itu terluka karenanya.

“Tidak. Ini tidak boleh, Kyuhyun~ah. Dia suamiku sekarang, seumur hidupku kuberikan untuknya dan aku tidak bisa menyisihkan sedikit untukmu.”

Dimana letak kebahagian yang Jinhye inginkan, bersama suaminya Ia mengharapkan kebahagian itu. Walaupun dengan Kyuhyun, Jinhye tak bisa menampik ada sebersit rasa bahagia yang dirasakannya saat bersama pria itu. Kebahagian lain yang dirasakannya dari orang lain. Ia bukanlah wanita haus kebahagian yang menginginkan kebahagian lebih dari dua orang yang berbeda. Ia bukanlah wanita egois yang mengingkan kedua pria itu untuk dirinya. Ia menyadari cepat atau lambat dirinya memang harus memilih dari keduanya. Pilihannya yang Ia tahu dengan jelas ketahui seperti apa.

Tidak etis jika ia meninggalkan Jonghyun yang telah resmi memilikinya demi bersama Kyuhyun, pria lain dalam hatinya. Kyuhyun terluka, Ia tak bisa menyembunyikan hal itu didepan wanita yang dicintainya. Sejak awal harusnya Ia sadar Ia tidak mungkin bisa menggeser posisi pria itu dihati Jinhye. Sejak awal harusnya dirinya bisa menolak perasaan lain yang dirasakannya pada wanita itu. Tak membiarkan rasa itu berkembang lebih jauh yang justru membuat dirinya terluka.

Jinhye meraih tas tangannya kemudian menegakkan tubuhnya bersiap pergi dari sana. “Aku pergi.”

Ditatapnya pria itu sebentar sebelum benar-benar meninggalkannya. Pria itu terluka, Jinhye mengetahuinya namun Ia berusaha membutakan matanya, berpura-pura tak peduli. Ini lebih baik ketimbang Ia akan menyakiti dua hati nantinya. Biarkan rasa sakit itu untuk dirinya saat ini.

~oOo~

Jinhye menghentikan sebuah taksi untuk mengantarnya pulang. Mengucapkan alamat tinggalnya pada sang sopir. Wanita itu duduk dalam diam dikursi penumpang. Pikirannya melayang saat-saat awal masalah ini bermula. Pertama kali dirinya dekat dengan Kyuhyun ketika Jonghyun—suaminya sendiri yang mengenalkannya pada pria tersebut. Awalnya ia tak begitu memperhatikan sahabat suaminya itu namun entah bagaimana pria yang dikenalnya bernama Cho Kyuhyun tersebut menjadi semakin akrab dengannya.

Kepalanya menyandar pada sandaran kursi penumpang itu, menutup matanya sejenak berharap dengan begitu bisa membuang rasa sakit dihatinya. Hingga buliran-buliran air mata mulai merembes disudut matanya. Bisa-bisanya ia menangisi pria lain dalam hidupnya. Disaat seharusnya ia hanya mencintai satu pria dalam hidupnya, entah bagaimana muncul pria lain yang juga mengisi hatinya. Betapa ia tak mengerti hatinya sendiri, air mata ini sebenarnya untuk siapa? Cho Kyuhyun, kah? Atau air mata penyesalan atas dosa yang dilakukannya?

Jinhye menghapus air matanya ketika dirasanya getaran dari dalam tasnya. Tangannya merogoh isi tasnya mencari-cari benda yang bergetar itu.

“Yeoboseyo?” katanya senormal mungkin.

“Kau baik-baik saja, kan? Kenapa lama sekali mengangkat telfonku?” rentetan pertanyaan menguar dari arah seberang, suara penelpon itu terdengar sangat khawatir.

Jinhye tersenyum kecil, “Nan gwaenchana, oppa.”

Terdengar helaan nafas lega dari lawan bicaranya, “Aku sangat mengkhawatirkanmu, kau tahu. Tadi aku sempat menelpon Jaehee nuna, ia bilang kau terlihat buru-buru pulang. Apa terjadi sesuatu, sayang?” tanyanya.

Jinhye menggigit bibir bawahnya ketika mendengar pertanyaan itu. Kali ini kebohongan apa lagi yang akan dikatakannya? Oh, betapa berdosanya dirinya. Jinhye menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak! Tidak lagi. Ia telah memantapkan hatinya untuk memilih. Dan pilihannya sudah bulat untuk tetap berada disisi pemiliknya sekarang—Lee Jonghyun suaminya.

“Sayang, kau baik-baik saja, kan?”

“Anhiya, sekarang aku sedang dijalan menuju rumah. Aku tidak apa-apa. Tidak perlu mengkhawatirkanku, oppa.” suara Jinhye tampak bergetar menahan tangis.

Sial! Kenapa sekarang air matanya semakin menyeruak dari pelupuk matanya? Ia harus menghentikannya. Ia tak ingin suaminya itu mengetahui tangisnya.

“Sayang, kau menangis? Sekarang kau dimana? Biar aku menjemputmu.”

“Aku tidak apa-apa. Sungguh. Lagipula sebentar lagi akan sampai,” tukasnya.

“Kau yakin, sayang? Kau tahu aku—“ kata pria itu ragu.

Jinhye dengan cepat menyelanya, “Percaya padaku, oppa. Aku baik-baik saja.” yakinnya.

“Baiklah. Begitu sampai telfon aku, ne?”

Jinhye mengangguk seraya menggumam pelan, “Emm..”

“Aku mencintaimu,” kata Junghyun sebelum benar-benar menutup sambungan telfonnya.

Sementara itu Jinhye kembali menggigit bibirnya, menekan rasa bersalahnya. “Aku tahu.” sahutnya. Dalam hati Jinhye mengucapkan berkali-kali kata maaf untuk suaminya. Dirinya salah, ia mengakui itu namun untuk mengucapkannya langsung tak dapat ia lakukan. Ia hanya bisa menebus rasa bersalahnya dengan berusaha mencintai Jonghyun sepenuhnya, memberikan hatinya hanya untuk suaminya dan membuang jauh-jauh bayangan Kyuhyun dari pikirannya.

=TBC=

Just prolog dan nggak tahu nextnya gimana ==’ , hutang sama halmeoni aja masih ada ckckck…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s