Photo

Title: Photo

Author: Sparyeulhye

Cast: Cho Kyuhyun, Park Jinhye, Cho Seokhyun

~oOo~

photo

Yuhuuu…lagi rajin bikin drable tentang keluarga abnormal ini hoho…

~oOo~

Jin-Hye tengah sibuk mengutak-atik kamera ditangannya. Memastikan lensa kamera telah berfungsi dengan baik. Didepannya dua lelaki kesayangannya terus menatap wanita itu dengan pandangan heran bercampur murka. Bisa-bisanya Jin-Hye memaksa mereka untuk mengikuti keinginannya. Huh, bagi Cho Kyu-Hyun ini bagian dari kegilaan isterinya yang perlu diwaspadai. Selain suka membentaknya, Jin-Hye juga suka bertindak seenaknya pada Kyu-Hyun. Oh shit, hanya karena wanita itu mengancamnya dengan tidak ‘melayani’ Kyu-Hyun, ia harus rela diperlakukan sesuai keinginan isterinya itu. Ya, walau bagaimanapun kebutuhan ‘melayani dalam sehari-hari’ adalah yang terpenting bagi lelaki dengan tingkat hormon yang tinggi sepertinya.

Ugh, jangan lupakan anak mereka yang merengut jengkel. Seorang Jin-Hye bisa berubah dari ibu yang baik hati menjadi ibu sihir yang menakutkan untuk Seok-Hyun jika ia menolak keinginan umma-nya. Tidak cukupkah umma-nya itu meracuninya dengan makanan kambing setiap harinya. Setiap makan ia harus menelesik satu persatu menu makan berharap tidak ada menemukan makanan yang dibencinya itu. Dan sialnya umma-nya yang jahat—menurut Seokhyun, selalu saja bisa membuatnya memakannya dengan tulus ikhlas bercampur pasrah. Tidak bisa diragukan bagaimana kemampuan Jin-Hye dalam menaklukkan dua lelakinya itu.

Masih dengan wajah seriusnya Jin-Hye menyiapkan kameranya yang akan digunakannya untuk melaksanakan rencana gilanya itu. Apakah rencana gilanya itu? Tentu saja memotret dua lelaki kesayangannya. Ini bukan foto biasa, karena Jinhye yang menentukan bagaimana gaya mereka berfoto. Layaknya seorang model mungkin bisa dikategorikan seperti itu dan Jin-Hye sebagai fotografer-nya. Sungguh menarik. Akan bagaimanakah hasilnya nanti? Dengan dua model yang sangat tidak berbakat itu, juga dengan fotografer-nya yang suka memaksa.

“Ok. Kameranya sudah siap!” kata Jin-Hye semangat.

Membuat Kyu-Hyun dan Seok-Hyun bergidik ngeri, penderitaan mereka akan segera dimulai. Dan lihat! Anak dan ayah itu kini tengah berpandangan horror seolah berbagi penderitaan satu sama lain. Ckckck…bagaimana bisa Cho Kyu-Hyun takluk pada isterinya itu dengan mudahnya.

“Kyunnie, jangan bergerak! Kau bisa merusak hasil fotoku, tetap seperti itu!!” perintah Jin-Hye pada Kyu-Hyun dengan mengacung-ngacungkan tangannya.

Kyu-Hyun menatapnya malas, sudah berapa lama ia berdiri dan wanita itu masih saja mengomelinya dengan tidak jelas.

“Aigoo, mulutku pegal, Hye.” Kyu-Hyun mengeluh frustasi.

Begitupun juga Seok-Hyun disampingnya, mengangguk, mengiyakan perkataan sang ayah.

“Ummaaa~mulutku juga pegal.” anak rengek itu nampak merengek.

Jin-Hye menurunkan kameranya kemudian menatap mereka berdua kesal, “Aish kalian berdua ini, Seok-Hyun~ah sabar  sebentar sayang. Umma sedang menyiapkan kameranya. Seok-Hyun jangan bergerak ya sayang!”

Tidak tahan dengan kelakuan Jin-Hye, KyuHyun mulai merecokinya lagi.

“Sampai kapan kami harus mangap seperti ini Cho Jin-Hye! Kau ingin membuat mulut kami tidak bisa menutup selamanya, huh!! Pabo!!” kata Kyu-Hyun kesal sambil berkacak pinggang.

Jin-Hye mendelik padanya dan mengancam lelaki itu, “Jangan mengumpat didepan anakmu, Seok-Hyun appa yang tampan!!” katanya dengan nada lembut namun terdengar berbahaya.

Kyu-Hyun berdecak kesal, “Ck~ cepatlah, aku tak ingin mulutku dan Seok-Hyunnie dimasuki lalat!!” celetuknya asal.

“Memangnya kau jarang sikat gigi, sampai-sampai lalat sukarela masuk dalam mulutmu. Lagipula mana ada lalat yang bersedia masuk kedalam goa setanmu itu.” sahut Jin-Hye.

“Kau lupa? Kau selalu bersedia masuk dalam goa setanku bahkan kadang meminta lebih,” ucap Kyu-Hyun diiringi kerlingan menggoda dan seringaian setan yang menghiasi wajahnya.

Bagaimana mungkin si-bodoh itu berkata begitu dihadapan anaknya yang polos itu. Hampir saja kamera ditangannya melayang kekepala lelaki itu jika saja Jin-Hye masih mengingat kegunaan kamera tersebut ditangannya.

“Tutup mulutmu! Kau ingin mengotori pikiran anakmu dengan kata-kata mesummu, huh!”

“Kau ini bagaimana. Kau bilang tadi harus menganga, sekarang kau memintaku untuk menutup mulutku. Kau tidak konsisten sekali.” cemooh Kyu-Hyun.

Jin-Hye menggeram kesal. Dasar menyebalkan, pikirnya.

“Cepatlah, Hye. Aku tak ingin Seok-Hyunnie tertular tingkah bodohmu,”

Apa tadi ia bilang?

Jinhye melotot tak terima, “Ini tidak akan lama kalau kau bisa diam, Cho Kyu-Hyun!! Kau terus saja bergerak dan berbicara ini itu,”

“Kau saja yang terlalu lama, sejak tadi kau hanya berceloteh saja, kapan kau akan memotonya!!” giliran Kyu-Hyun yang menyahut.

“Itu karena kau yang tak bisa diam dan terus bergerak, dan itu bisa membuat efek yang tidak baik pada hasil fotonya nanti, Cho Kyu-Hyun!!!”

Astaga! Apakah ini akan menjadi debat terpanjang dalam sejarah kehidupan rumah tangga mereka. Bahkan mereka sampai melupakan buah hati mereka yang kini hanya menaruh pandangan bergantian pada ayah dan ibunya. Setiap Kyu-Hyun yang berbicara, ia menatap kearah ayahnya itu. Begitu sebaliknya, jika Jin-Hye yang berbicara maka pandangan matanya tertuju pada sang ibu.

“Kau pikir apa yang kulakukan sejak tadi, huh?? Aku sudah diam sejak tadi kau saja yang terus sibuk dengan kameramu itu!!” sahut Kyu-Hyun lagi.

“Ya! Kenapa menyalahkanku!!”

Seok-Hyun cengo menonton perdebatan ayah dan ibu-nya. Jika saja saat ini dirinya yang memegang kamera maka kedua orang tuanya itulah yang akan menjadi tokoh modelnya. Mungkin Seok-Hyun bisa memberinya judul ‘Jauhkan kamera dari keluarga Anda, karena itu bisa memicu perdebatan antara suami dan isteri’.

Mungkin saat ini hanya Seok-Hyun lah yang berpikiran cemerlang. Anak itu melenggang meninggalkan ayah dan ibu-nya yang masih saja berdebat menuju kamarnya. Kemudian meraih PSP hitam yang terkapar dimeja belajarnya, menekan tombol on dan larut dalam permainan yang lebih menyenangkan ketimbang menyaksikan pertengkaran bodoh kedua orang tua-nya itu.

=END=

Advertisements

15 thoughts on “Photo

  1. somplak … akhir2nya jadi berantem itu pasangan
    ceritanya menarik

    di tunggu kelanjutan keluarga abnormal ini kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s