Melepasmu

Tiada guna kau berjanji untuk setia menemani. Hatiku yang telah terluka karenamu.

-oOo-

Kau tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. Kau tersenyum seolah tak mengetahui apapun. Kau tersenyum seolah lupa kau telah membuatku terluka. Dan kau bersikap biasa layaknya seorang yang tak bersalah. Apa setiap kesalahan yang kau buat akan mudah termaafkan? Bahkan kesalahanmu yang hampir membuatku menghilang dari dunia ini. Apakah kau pikir mudah bagiku untuk memaafkanmu?

“Aku lelah,” suaraku terdengar lirih, pelan. Keadaan koridor yang sunyi membuatku yakin ia mampu mendengar apa yang kuucapkan.

“Aku ingin berhenti. Aku tidak kuat lagi jika setiap saat harus terluka. Kupikir dengan memaafkanmu kala itu bisa membuatmu berubah. Namun nyatanya apa yang kudapatkan? Kau mengulang kesalahanmu lagi.”

Aku kenal tatapan mata itu. Tatapan permohonan maaf yang biasanya ia berikan padaku setiap saat ia melakukan kesalahan. Jangan lagi. Kali ini aku tak ingin terjebak dan luluh dengan mudahnya. Semudah ia meluncurkan kata maaf dari bibirnya. Aku merasa bodoh dengan diriku yang dulu. Termakan cinta hingga lupa daratan tempatku berpijak.

“Aku tak bisa tanpamu, Yeon.” ia mengusap mukanya gelisah.

Lalu, kenapa kau lakukan ini padaku? Batinku berteriak marah. Setelah semua yang ia lakukan padaku. Setelah semua pengkhianatannya yang membuatku teramat terluka, ia masih berani berucap seperti itu.

“Kau tahu tak ada yang lebih sakit dari sebuah hubungan selain pengkhiatan yang terjadi berulang-ulang.”

Tangan Shin mencoba meraihku namun dengan cepat kutepis menjauh. Raut kecewa nampak diwajahnya. Tapi tak akan mampu meruntuhkan benteng yang kucoba bangun sekuat mungkin. Dan aku tak benar-benar yakin akan dapat bertahan hingga pembicaraan ini berakhir.

“Jangan!” cegahku saat ia mencoba kembali menyentuhku. “Jangan mencoba untuk membujukku, Shin.” karena aku takut. Karena aku takut aku akan berpaling dan kembali memaafkanmu.

“Apa benar ini yang kau inginkan? Aku tahu aku salah tapi aku serius saat aku mengatakan aku tak bisa tanpamu, Yeon. Aku mencintaimu.”

Aku mengangkat wajahku untuk menatap matanya, mencari-cari kebohongan yang terpancar disana. Rasanya aku ingin menangis saat tak menemukan sedikitpun kebohongan dipancar matanya. Apa itu benar dari hatimu, Shin? Tapi kenapa?

“Tapi kenapa?” aku menggelengkan kepalaku tak percaya. Mulutku tercekat seketika. Air mata tak mampu kutahan lagi. Pertahananku runtuh saat itu juga.

Sekali lagi ia mengusap wajahnya. “Entahlah. Aku sendiri tak mengerti. Aku…”

Aku menyadari satu hal darinya. Dan aku mencoba meyakini jika yang kupikirkan adalah salah. “Karena kau tak bisa hidup hanya dengan satu wanita. Apa begitu Shin?”

“Mungkin kau bisa menyimpulkannya seperti itu. Tapi apa yang kurasakan padamu itu berbeda. Setidaknya setelah apa yang telah kulalui denganmu.” ucap Shin lirih.

Aku tak bisa menahan diriku lagi. Aku harus mengangkat kakiku dari sini. Berlari menjauh dengan linangan air mata. Aku tak tahan. Shin tak berusaha mencegahku. Ketika aku berhenti untuk sekedar berbalik menatapnya, ia masih terdiam dengan wajah menunduk. Rasa sesak yang teramat sangat kurasakan dalam diriku. Aku semakin terisak. Kucoba kuredam dengan menutup mulutku dengan tanganku.

Shin, kenapa kau selalu memberikan pilihan sulit untukku?

-oOo-

Who is Shin? I don’t know

With love @sparyeulhye

Advertisements

5 thoughts on “Melepasmu

  1. Ahahaaa babi, lho nanyain sypa shin, gw jga ga tauu..
    Tp tu crita bnar2 persis kya crita ssorg, emang pda knyataanx tu cwo ga bsa hidup jka hnya dgn stu wnitaa, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s